Preman Rampas Mobil Pria 59 Tahun, Modusnya Korban Dipaksa Tanda Tangani Surat Pernyataan Utang

Komplotan milik seorang pria berusia 59 tahun di Indramayu. Dalam melakukan aksinya, pelaku memaksa korban untuk menandatangani surat pernyataan utang. Komplotan preman tersebut telah diamankan polisi tak lama setelah melakukan aksinya.

Total ada 4 preman yang diringkus polisi, mereka adalah BD (39), RSD (50), CR (47), dan ID (37). Semua pelaku ini merupakan warga Kecamatan Indramayu. Kapolres Indramayu, AKBP Hafidh Susilo Herlambang mengatakan, para tersangka awalnya memaksa korban dengan ancaman kekerasan agar ia menyerahkan kunci mobilnya. Kejadian itu terjadi di Desa Singajaya, Kecamatan/Kabupaten Indramayu pada Senin (21/12/2020) sekitar pukul 18.00 WIB.

Dalam surat penyataan tersebut, mereka menganggap korban memiliki hutang kepada para pekerja suatu proyek. Ia pun memaksa korban untuk membayar upah pekerja yang jumlah dan besarannya ia tentukan sendiri sebesar Rp 24,5 juta. Merasa diperas, korban pun akhirnya melaporkan kejadian premanisme itu kepada polisi.

Komplotan preman itu pun langsung ditangkap pada hari itu. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, meliputi satu unit mobil pick up, satu buah kunci kontak kendaraan, dan surat pernyataan yang ditanda tangani korban. "Para tersangka dikenakan Pasal 368 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 9 tahun," ujar dia.

Sementara itu, korban, Hatono (59) mengaku sangat bersyukur mobilnya bisa kembali lagi. "Saya korban premanisme, akhirnya, tidak ada 1 jam teratasi, terima kasih Polres Indramayu," ujar dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *