Pertemuan Haru Anak dan Orangtua di Bandara Setelah Setahun Terpisah oleh Pandemi

Sebuah video pertemuan mengharukan antara orangtua dan anak di bandara setelah setahun bisa bertemu karena pandemi Covid 19 viral. Kisah itu diunggah oleh akun TikTok @nakgununggg, Senin (21/12/2020). Video yang membuat warganet terharu itu telah ditonton 1,1 juta kali.

Dalam video itu terlihat pasangan suami istri yang terus melambaikan tangan. Mereka langsung memeluk anak dan cucunya yang baru tiba di bandara. Video itu diunggah oleh Febri Janitra (32) dari Pasuruan, Jawa Timur.

Pria yang dipanggil Ryan ini merupakan kakak dari perempuan yang tiba di bandara. Pertemuan haru tersebut terjadi di Bandara Juanda Surabaya, Sabtu (19/12/2020). Ryan menyebut, adiknya yang tinggal di Kalimantan sudah setahun tak bertemu keluarganya.

"Kita nggak bisa ketemu keponakan yang kecil itu." "Itu yang membuat kita semakin kangen, dan ingin ketemu," ungkap dia. Ia berujar, sang adik melakukan swab test sebelum pulang.

Sebab, suaminya melakukan kontak fisik dengan orang yang positif Covid 19. "Suami adikku setiap hari bersama bosnya yang kena Covid 19." "Adikku tes swab , hasilnya keluar Jumat, tapi dia berangkat hari Sabtu."

"Kalau dia kena Covid 19, tiket pesawatnya hangus." "Tapi alhamdulillah sekeluarga negatif semua," papar Ryan. Ia dan orangtuanya sempat khawatir karena pesawat yang ditumpangi sang adik tak kunjung sampai.

"Dia enggak kasih kabar kalau pesawatnya delay (tertunda)." "Adikku enggak bilang kalau delay , jadi sekeluarga khawatir," imbuhnya. Saking rindunya, ayah Ryan langsung menangis saat bertemu dengan anak dan cucunya.

"Ayah cuma bilang kangen sambil menangis." "Nggak bisa berkata kata, banyak nangisnya," ungkap dia. Ryan merasa senang video unggahannya bisa ditonton banyak orang.

Selain itu, dirinya juga senang dengan tanggapan dari warganet. "Senang, kaget nggak menyangka bisa ditonton satu juta lebih." "Banyak yang komentar positif, dan banyak yang mendoakan keluarga kita," katanya.

"Sampai sekarang kalau lihat videonya masih berkaca kaca," pungkas Ryan. "For the first time, kami sekeluarga bisa ketemu ponakan paling kecil. Karena pandemi, sudah setahun ga bisa ketemu adik cewek paling bungsu yang tinggal di Tarakan, Kalimantan.

Sampai dia harus lahiran anak kedua sendiri di sana. Kitanya udah dadah2 di kaca, tapi adikku ga ngeh juga. Setelah drama pesawat delay dan hampir 1 jam nunggu.

Papa sama mama udah ga sabar ketemu. Mereka langsung lari peluk kakungnya. Papa dan mama juga ga bisa nahan nangisnya.

Suaminya adikku sampai ga tega lihatnya. Semoga pandemi segera berlalu ya. Agar kita semua segera bisa berkumpul bersama keluarga ," tulis pengunggah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *