Istri dan Anak Jadi Korban Kebiadaban Samsul, Ayub Sempat Berbincang dengan Pelaku di Depan Rumah

Kehilangan anak semata wayangnya, Ayub mengurai pengakuan mengejutkan perihal sosok pelaku. Diakui Ayub, ia pernah berbincang dengan pelaku pemerkosa istrinya dan pembunuh anaknya itu. Obrolan antara Ayub dan Samsul, sang pelaku itu terjadi di depan rumah korban.

Mengingat kejadian tersebut, Ayub pun kembali mengenang bahasan apa yang sempat ia sampaikan dengan pelaku. Diwartakan sebelumnya, kasus pemerkosaan dan pembunuhan di Aceh Timur sempat membuat heboh. Adalah Samsul Bahri, pria yang tega memerkosa seorang ibu muda.

Tak hanya memperkosa, Samsul Bahri juga nekat membunuh anak korbannya. Kasus pembunuhan bocah berinisial R (9) itu bermula saat ibunya, D menjadi korban pemerkosaan Samsul Bahri (36). Akibat pemerkosaan itu, D mengalami luka luka karena sempat melawan.

Sementara anaknya, R, bocah yang masih duduk di bangku kelas 2 SD ini tewas dengan cara mengenaskan di tangan Samsul Bahri. Tewas setelah berusaha membantu ibunya dari aksi bejat Samsul Bahri. Ia pun menjadi korban kebiadaban Samsul Bahri dan tewas dengan luka penuh tusukan.

Setelah jasadnya sempat dibuang oleh pelaku, polisi akhirnya menemukan R di dekat sungai. Jenazah R kemudian dimakamkan pada Minggu (11/10/2020), di TPU Gampong Alue Gadeng Kampung, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur. Pasca kejadian memilukan itu menimpa keluarganya, Ayub, suami dan ayah korban akhirnya buka suara.

Dikutip dari tayangan TVOne, Ayub mengurai kejadian pilu yang menjerat keluarganya. Pun dengan detik detik usai Ayub mendengar pengakuan istrinya sehabis diperkosa Samsul. Lepas bercerita soal hal yang menimpanya, sang istri mendadak histeris.

Langsung meminta suaminya mencari anaknya. Mendengar permintaan sang istri, Ayub pun panik. "Dia (istri) ngomong, pertama dia suruh ambil anak di dalam goni. Saya langsung panik, langsung lari ke mana. Larinya enggak tahu ke mana, langsung lari aja karena panik, lari ke arah rumah," imbuh Ayub.

Setibanya di rumah, Ayub bingung dan berbalik arah ke istrinya yang sedang ditenangkan warga. Balik ke kerumunan warga, Ayub langsung diminta untuk menemani istrinya ke dokter untuk perawatan. Sementara keluarga Ayub berlanjut melakukan pencarian terhadap pelaku pemerkosaan dan pembunuhan tersebut.

Perihal sosok pelaku, Ayub mengaku tidak mengenalnya. "Kami enggak kenal si pelaku ini. Cuma tanda wajah aja. Namanya, keluarganya, latar belakangnya enggak kenal," akui Ayub. Namun meski tak kenal, Ayub mengaku tak asing dengan sosok pelaku.

Sebab hampir saban hari, pelaku ternyata kerap melintas di depan rumah Ayub. Tak cuma lewat, Ayub rupanya sempat berbincang dengan pelaku. "Si pelaku, biasa dia lewat di depan rumah saya. Cuma lewat lewat biasa. Ngomong pun ya ngomong sekadar nanya 'dari mana ?',"

"Omongan omongan (obrolan) saya dengan pelaku enggak ada yang mencurigakan. Omongan biasa gitu lah," imbuh Ayub. Hingga akhirnya diakui Ayub, pelaku adalah warga sekitar rumahnya yang tak asing di benak tetangganya. Kala melihat pelaku melintas di depan rumahnya, Ayub mengaku tak curiga.

Ayub mengira wajar jika pelaku lewat di depan rumahnya. Sebab kata tetangga, pelaku punya lahan di dekat rumah Ayub. Namun siapa sangka, pelaku rupanya sudah mengincar untuk melakukan perbuatan keji pada keluarga Ayub.

"Yang saya tahu dia (pelaku), kata orang orang, ada ladangnya di situ. Ada ladang dia di situ makanya saya enggak terlalu open (curiga). Orang dia ke ladang saya pikir," kata Ayub. Sebelumnya, informasi dihimpun Serambinews.com, perbuatan keji tersangka ini dilakukan di rumah korban yang agak terasing dari rumah warga lainnya, Sabtu (10/10/2020) diperkirakan dini hari. Persisnya rumah korban itu berada di tengah perkebunan sawit warga.

Saat itu, tersangka datang ke rumah korban hendak memerkosa D, tetapi R kemudian terbangun dan berniat membantu ibunya. Namun tersangka yang masih sekampung dengan korban langsung memarang R di bagian dada dan perut (sesuai keterangan ibu korban). Sedangkan ayah korban waktu itu tidak ada di rumah, ia sedang bekerja mencari nafkah buat keluarganya di sungai.

Adalah putra D yang masih duduk di kelas 2 SD. Setelah memuaskan nafsu bejatnya itu kepada D, korban yakni D diikat oleh pelaku. Sedangkan jasad R dimasukkan tersangka ke dalam karung dan dibawa ke arah sungai.

Saat tersangka lengah, D berhasil melepaskan ikatan di tangannya dan kabur mencari pertolongan ke permukiman warga sekitar. Namun saat aparat kepolisian bersama warga pagi Sabtu itu datang ke lokasi sekitar sungai, jasad R sudah tak ada lagi. Saat hendak ditangkap, pelaku berusaha melawan dengan menggunakan parang.

Karena kondisi tersebut, petugas akhirnya terpaksa menembak kaki pelaku untuk melumpuhkannya. “Terpaksa ditembak bagian kaki tiga kali. Dia berusaha melawan petugas dengan parang di tangannya,” kata Arief. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku kini sudah ditahan di Mapolres Langsa.

Pelaku saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh polisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *