48 Kampanye Paslon Pilkada Melanggar Protokol Kesehatan dan Dibubarkan Bawaslu

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Fritz Edward Siregar mengatakan, pihaknya bersama kepolisian telah membubarkan 48 kegiatan kampanye Pilkada serentak 2020. Menurut Fritz, kegiatan tersebut dibubarkan karena dinilai melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid 19. Padahal, penyelenggaran kampanye baru berjalan selama 1 minggu.

Hal itu disampaikam Fritz saat diskusi virtual bertajuk 'Media dan Pilkada: Antara Peran Kritis dan Ancaman Infeksi' melalui siaran YouTube AJI Indonesia, Senin (5/10/2020). "Bawaslu bersama dengan kepolisian telah membubarkan 48 kegiatan kampanye yang melanggar protokol kesehatan, dan 48 kegiatan kampanye yang dilanggar tersebut terjadi di 27 kabupaten/kota," kata Fritz. Fritz pun merinci, beberapa daerah yang dilakukan pembubaran kampanye, yakni Bangli, Rejang Lebong, Sleman, Bungo, Sungai Penuh, Pemalang, Klaten, Mojokerto, Lamongan, dan Malang.

Lalu, Pesisisir Barat, Sumba Barat, Pasaman, Rokan, Dumai, Solok Selatan, Solok, Pasaman, Agam, Labuhan Batu Utara, hingga Samosir. Fritz mengatakan, dalam sebuah kegiatan kampanye, pihaknya akan mengawasi jalannya protokol kesehatan. Sehingga, jika ditemukan kampanye yang melanggar protokol kesehatan, maka Bawaslu akan menyampaikan saran dan perbaikan.

Jika saran serta perbaikan tersebut tidak dijalankan, Bawaslu akan memberikan surat pelanggaran atau peringatan. Selanjutnya, jika melalui surat tersebut kegiatan kampanye masih belum patuh pada protokol kesehatan, maka Bawaslu dan kepolisian akan melakukan pembubaran. "Misalnya melakukan kerumunan, dilihat tidak diindahkan, maka akan dilakukan pembubaran bersama dengan kepolisian," jelas Fritz.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *